Cara Para Lansia WNI di Washington D.C. dalam Merayakan Idul Fitri – Momen Idul Fitri menjadi salah satu momen yang dinantikan seluruh umat muslim di seluruh dunia. Secara khusus di Indonesia, momentum ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan sanak saudara dari berbagai tempat. Namun, momentum Lebaran tahun ini memang cukup berbeda. Dengan adanya pandemi Covid-19 di berbagai negara, suasana idul Fitri menjadi jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Indonesia saja. Mereka yang sedang bekerja, studi, serta tinggal di negara lain pun merasakan perbedaan dan dampak dari pandemi ini.
Salah satu yang sangat kentara terjadi pada mereka yang tinggal di Amerika Serikat. Selain terpisah jarak yang sangat jauh, mereka pun tidak bisa kembali ke negaranya untuk bertemu dan berkumpul bersama keluarga di hari istimewa ini. Lebih lagi, kondisi di Amerika Serikat tidaklah jauh berbeda dengan apa yang ada di Tanah Air. Pembatasan Sosial Berskala Besar, lockdown¸ serta kondisi sekitar yang tidak kondusif karena Covid-19 menyebabkan orang-orang tidak bisa menikmati momentum Lebaran ini.
Namun, ini tidak membuat mereka diam diri saja. Orang Indonesia yang berada di Amerika Serikat memiliki inisiatif untuk melakukan kegiatan dan tetap merayakan Idul Fitri di negara lain. Secara khusus yang terjadi di Washington D.C., orang Indonesia yang tinggal di sana melakukan halal bihalal secara online. Sebagaimana yang dikutip oleh anggota dari KJRI di Washington D.C., masyarakat di sana melakukan kegiatan untuk mengisi momentum Idul Fitri dan menyemarakkan perayaan ini. Berbagai kegiatan dilakukan secara daring, mulai dari menyanyi, berpuisi, hingga kegiatan lainnya. Beberapa orang juga memamerkan koleksi foto lama untuk mengenang kembali perayaan Lebaran yang dilakukan di tahun-tahun sebelumnya. Dalam acara ini, hadir pula Iwan Freddy Hari Susanto. Beliau adalah Kuasa Hukum Ad-Interim Wakil Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat. Dengan adanya perwakilan dari kedutaan ini, tentu suasana menjadi jauh lebih istimewa.
Untuk meramaikan suasana, berbagai lagu dinyanyikan. Selain itu, untuk mengenang Tanah Air dan keluarga yang ada di kampung halaman, berbagai lagu daerah juga dilantunkan. Lagu seperti Kampuang Nan Jauh di Mato, Bengawan Solo, dan lagu-lagu lainnya dinyanyikan sebagai obat untuk kerinduan mereka atas keluarga di Tanah Air. Mereka yang ikut kegiatan ini sebagian besar adalah lansia, dan memang menjadi insiatif mereka untuk menghapus rasa rindu atas Tanah Air. Mereka pun berasal dari berbagai macam latar belakang profesi, seperti perawat, guru, pengusaha, hingga ibu rumah tangga.

Acara ini dipandu dengan sangat meriah oleh Meirina Hutabarat, Angela Widowati, serta Gaby Hasnan. Mereka bertiga adalah anggota dari Tim Satuan Tugas Lansia di KBRI Washington D.C. Bahkan, yang terlibat pun tidak hanya mereka yang tinggal di Washington saja. Beberapa orang Indonesia yang tinggal di negara lain, seperti Abu Dhabi dan negara lainnyapun turut terlibat secara daring.
Secara khusus, Iwan Freddy juga menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas inisiatif mereka yang sudah usia lanjut namun tetap memiliki antusiasme yang sangat tinggi dalam merayakan Idul Fitri secara daring ini. Antusiasme dan inisiatif dari kalangan lansia ini juga ditegaskan pula oleh Theo S. Nugroho. Beliau adalah Ketua Tim Satuan Tugas Covid-19 di KBRI Washington D.C. Theo mengatakan bahwa kalangan lansia justru yang golongan yang paling aktif dalam mengadakan berbagai macam kegiatan positif di masa pandemi ini, mulai dari kegiatan saling sapa hingga penyuluhan kegiatan.